Rasio Keuangan : Pengertian Rasio Keuangan dan Macam Rasio Keuangan

Share

Sebelum artikel ini membahasa tentang berbagai macam/jenis rasio keuangan, terlebih dahulu akan dibahas tentang pengertian rasio keuangan. 

Pengertian Rasio Keuangan

Laporan keuangan melaporkan aktivitas yang sudah dilakukan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Aktivitas yang sudah dilakukan dituangkan dalam angka-angka baik dalam mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing. Angka-angka yang ada dalam laporan keuangan menjadi kurang berarti jika hanya dilihat dari satu sisi saja. Artinya jika hanya dengan melihat apa adanya.

Angka-angka ini akan menjadi lebih apabila dapat kita bandingkan antara satu kompenan dengan kompenen lainnya. Caranya adalah dengan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan. Setelah melakukan perbandingan, dapat disimpulkan posisi keuangan suatu perusahaan untuk periode tertentu. Pada akhirnya kita dapat menilai kinerja manajemen dalam periode tersebut. Perbandingan ini kita kenal dengan nama analisis rasio keuangan.

Menurut Home (Kasmir, 2012:104), definidi dari rasio keuangan adalah sebagai berikut:

Rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya dalam satu periode maupun beberapa periode.”

Menurut Harahap (2011:297).

Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).”

 

Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan adalah angka-angka akuntansi dari akun-akun laporan keuangan yang memiliki hubungan yang relevan dan signifikan pada suatu periode tertentu guna memonitor keadaan perusahaan.

Rasio keuangan sangat penting dalam melakuakan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan. Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan lainnya. Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antar pos dan dapat membandingkan dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberi penilaian.

Hasil rasio keuangan ini digunakan untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode apakah mencapai target seperti yang telah ditetapkan. Kemudian juga dapat dinilai kemampuan manajemen dalam memberdayakan sumber daya perusahaan secara efektif.

Dari kinerja yang dihasilkan ini juga dapat dijadikan sehingga evaluasi hal-hal yang perlu dilakukan ke depan agar kinerja manajemen dapat ditingkatkan atau dipertahankan sesuai dengan target perusahaan. Atau kebijakan yang harus diambil oleh pemilik perusahan untuk melakukan perubahan terhadap orang-orang yang duduk dalam manajemen kedepan.

Jenis-jenis Rasio Keuangan

Berikut akan dijelaskan beberapa jenis rasio keuangan. Untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan. Setiap rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan, dan arti tertentu. Kemudian, setiap hasil rasio yang diukur diintreprestasikan sehingga menjadi berarti bagi mengambilan keputusan.

Umumnya rasio yang dikenal dan populer adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Namun sebenarnya banyak lagi rasio yang dapat dihitung dari laporan keuangan yang dapat memberikan informasi bagi analis misalnya rasio produktivitas, rasio pasar modal, rasio pertumbuhan, dan sebagainya.

Pada dasarnya rasio keuangan yang sering digunakan dibagi dalam beberapa jenis rasio keuangan, yang terdiri sebagai berikut:

  1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Selain itu, rasio likuiditas berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban perusahaan kepada pihak luar perusahaan (likuiditas badan usaha) maupun di dalam perusahaan (likuiditas perusahaan). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegunaan rasio ini adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban (utang) pada saat ditagih.

Jenis-jenis dari rasio likuiditas antara lain:

  • Rasio Lancar (Current Ratio)
  • Rasio Cepat (Quick Ratio)
  • Rasio Kas (Cash Ratio)
  • Rasio Perputaran Kas (Cash Turnover Ratio)
  • Inventory to Net Working Capital 

2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)

Rasio solvabilitas berfungsi untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilakukan). Dengan menggunakan rasio solvabilitas, perusahaan akan mengetahui beberapa hal berkaitan dengan modal sendiri dan modal pinjaman serta mengetahui rasio kemampuan perusahaan untuk memebuhi kewajibannya.

Jenis-jenis rasio solvabilitas antara lain:

  • Debt to Assets Ratio (Debt Ratio)
  • Debt to Equity Ratio
  • Long Term Debt to Equity Ratio
  • Time Interest Earned
  • Fixed Charger Coverage

3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) pemanfaatan sumber daya perusahaan. Efisiensi yang dilakukan misalnya dibanding penjualan, persediaan, penagihan piutang, dan efisiensi bidang lainnya. Rasio aktivitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dari hasil pengukuran rasio aktivitas akan terlihat apakah perusahaan lebih efisien dan efektif dalam mengelola aset yang dimiliknya.

Jenis-jenis rasio aktivitas antara lain sebagai berikut:

  • Perputaran Piutang (Receivable Turnover)
  • Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
  • Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)
  • Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)
  • Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover)

4. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)

Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Penggunakan rasio ini menunjukan efisiensi perusahaan. Jenis-jenis rasio profitabilitas antara lain sebagai berikut:

  • Profit Margin (Profit Margin on Sale)
  • Return On Investment (ROI)
  • Return On Equity (ROE)
  • Laba Per Lembar Saham Biasa (Earning per Share of Common Stock)
 
Share

One Response to Rasio Keuangan : Pengertian Rasio Keuangan dan Macam Rasio Keuangan

  1. ADEL says:

    menarik sekali, terimakasih untuk ilmu di dalam artikel ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan jugaa

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *