Analisis Data: Uji Validitas & Reliabilitas

Share

Uji Validitas

Dalam melakukan suatu penelitian, sering kita menanyakan apakah alat ukur yang kita pakai sudah valid & reliable? Validitas suatu alat ukur dapat diartikan bahwa alat ukur tersebut dapat memberikan suatu nilai yang sesungguhnya dari apa yang kita inginkan. Misalnya kita ingin mengukur tinggi badan, meteran/penggaris merupakan alat ukur yang valid karena akan memberikan error yang sedikit. Lain halnya jika kita mengukur tinggi badan menggunakan timbangan. Bagaimana bisa timbangan mengukur tinggi badan? berarti timbangan bukan alat ukur yang valid. Dengan kata lain, validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana instrumen pengukur mampu mengukur apa yang diukur. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Salah satu ukuran validitas untuk sebuah kuesioner adalah apa yang disebut sebagai validitas konstruk (construct validity). Sebuah kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan untuk mengukur suatu hal, dikatakan valid jika setiap butir pertanyaan yang menyusun kuesioner tersebut memiliki keterkaitan yang tinggi. Misalnya untuk kuesioner yang digunakan mengukur sikap konsumen dalam memilih pakaian, maka butir-butir penyusunnya semuanya menuju ke satu titik, yaitu pengukuran sikap konsumen dalam memilih pakaian, misalnya merk, kualitas, mode, harga, tingkat pendapatan, pengeluaran untuk membeli pakaian/bulan, frekuensi shopping, frekuensi membaca majalah fashion, umur, tingkat pendidikan, dan lain-lain.

Ukuran keterkaitan antar butir pertanyaan ini umumnya dicerminkan oleh korelasi jawaban antar pertanyaan. Metode yang sering digunakan adalah korelasi produk momen (korelasi Pearson) antara skor setiap butir pertanyaan dengan skor total, sehingga sering disebut sebagai inter item-total correlation. Pertanyaan yang memiliki korelasi rendah dengan butir pertanyaan yang lain, dinyatakan sebagai pertanyaan yang tidak valid.

Bila suatu butir/item pertanyaan mempunyai korelasi Pearson / Pearson Correlation (r) >= 0.3 maka butir pertanyaan itu dikatakan valid. Jika r < 0.3 maka tidak valid. Jika suatu butir pertanyaan tidak valid, maka buanglah item pertanyaan tersebut, kemudian lakukan uji sesuai prosedur sebelumnya (minus item yang telah dibuang) sehingga diperoleh semua item pertanyaan valid.

Uji Validitas dapat juga dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel , Dengan membandingkan nilai rhitung dari hasil output (Corrected Item- Total Correlation) dengan rtabel. Jika nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel maka butir/item pertanyaan tersebut adalah valid, tetapi jika nilai rhitung lebih kecil dari pada nilai rtabel maka butir/item pertanyaan tersebut tidak valid


Uji Reliabilitas

Sifat reliable/reliabel (terandal) alat ukur berkenaan dengan kemampuan alat ukur tersebut memberikan hasil yang konsisten artinya jika suatu alat ukur dipakai oleh orang lain, pada objek yang sama ditempat yang berbeda maka akan menghasilkan suatu kesimpulan yang sama. Uji reliabilitas ini digunakan untuk menguji konsistensi data dalam jangka waktu tertentu, yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengukuran yang digunakan dapat dipercaya atau diandalkan.

Suatu cara untuk mengukur reliabilitas suatu alat ukur yaitu dengan memakai uji alpha Cronbach. Apabila nilai alpha Cronbach > 0.6 maka alat ukur itu bisa dikatakan reliable, jika kurang dari 0.6 maka ridak reliable.

Variabel-variabel tersebut dikatakan cronbach alpha nya memiliki nilai lebih besar 0,6 yang berarti bahwa instrumen tersebut dapat dipergunakan sebagai pengumpul data yang handal yaitu hasil pengukuran relatif konsisten jika dilakukan pengukuran ulang. Uji reliabilitas ini bertujuan untuk melihat konsistensi. (sopana).

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *