Category Archives: eviews

Pemasaran (Marketing) : Pengertian Pemasaran (Marketing) & Strategi Pemasaran (Marketing)

Share

Pembaca budiman, sebelum membahas tentang strategi pemasaran (marketing) (marketing), akan dibahas dulu tentang pengertian pemasaran (marketing). Banyak para ahli pemasaran (marketing) sudah mendefinisikan arti pemasaran (marketing). Berikut ini arti pemasaran (marketing) yang definisikan oleh para ahli pemasaran (marketing). Menurut Kotler (2015:9) dalam buku Manajemen Pemasaran (marketing) Edisi Milenium menyatakan bahwa “Pemasaran (marketing) adalah proses sosial yang dilakukan oleh inividu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan menawarkan secara bebas dan mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain”.

Menurut Kotler dan Amstrong (2013:5): “Pemasaran (marketing) adalah proses pemberian kepuasan kepada konsumen untuk mendapatkan laba”. Stanton (2014:16) dalam buku Prinsip Pemasaran (marketing) menyatakan: “Pemasaran (marketing) adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, memprogram promosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginkan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial”.

 
Share

Olahdata Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dengan Eviews

Share

Dalam artikel tentang ARDL (Autoregressive Distributed Lag) ini, akan dibahas seputar pengenalan ARDL (Autoregressive Distributed Lag) terlebih dahulu. Apa sih Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag)? Bagaimana keunggulan model ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dibandingkan model regresi lainnya? Lalu bagaimana cara olahdata Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dengan Eviews. Oke mari kita bahas tentang ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dengan Eviews selanjutnya.

Apa sih Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) itu? Menurut beberapa ahli, model ARDL merupakan gabungan antara model AR (AutoRegressive) dan DL (Distributed Lag). Menurut Gujarati & Porter (2013) Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) yang merupakan gabungan antara model AR (AutoRegressive) dan DL (Distributed Lag), dimana Model AR (AutoRegressive) sendiri yaitu model yang menggunakan satu atau lebih data pada masa lampau dari varabel dependen diantara variabel penjelas. Model AR (AutoRegressive) baik digunakan untuk memprediksi satu waktu/ masa ke depan. Sedangkan model DL (Distributed Lag) menurut Gujarati & Porter (2013) merupakan model regresi yang melibatkan data pada waktu sekarang dan waktu masa lampau (lagged) dari variabel penjelas.

 
Share

Hubungan Granger Causality Antara Kebijakan Moneter dan Pasar Saham

Share

Apa sih Granger Causality (Kausalitas Granger) itu? Kapan / bagaimana Granger Causality (Kausalitas Granger) terjadi? Granger Causality (Kausalitas Granger) Granger Causality (Kausalitas Granger) terjadi ketika perubahan satu variabel pada data time series dapat diprediksi sebelum variabel lain. Ide awal granger causality berasal dari konsep waktu yang tidak mungkin berjalan mundur. Artinya kejadian di masa lampau dapat menyebabkan kejadian di masa sekarang, tetapi kejadian di masa depan tidak dapat menyebabkan kejadian saat ini (Gujarati, 2003). Kesimpulannya, Uji Cranger Causality digunakan untuk melihat pengaruh masa lalu (lag) pada kondisi sekarang. Menurut Abdalla (2011), Uji Granger Causality dengan persamaan model Vector Autoregression (VAR). Berikut ini beberapa hasil Uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Gu dan Gao, uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Chen dan Gu, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Flood dan Marion, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Chen, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Laopodis, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Mishkin, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Blinder, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Blinder.

Uji Granger Causality / Granger causality test yang dilakukan oleh Gu dan Gao (2013) menunjukan bahwa The Fed menaikan suku bunga setelah terjadi kenaikan pada pasar saham dan menurunkan suku bunga setelah terjadi penurunan pada pasar saham. Selain itu, Chen dan Gu (2011) juga membuktikan hubungan jangka pendek antara pengumuman dari The Fed terhadap pasar saham dimana penurunan pada pasar saham terjadi secara cepat setelah the fed merubah target fed fund rate-nya.Sedangkan Flood dan Marion (2006) berpendapat bahwa rezim moneter tidak memiliki efek sistematis terhadap kemampuan prediksi harga saham untuk pertumbuhan output.

Chen (2007) menyelidiki eksistensi asymmetric effect pada tingkat pengembalian saham dalam kebijakan moneter menggunakan model Markov-switching. Data yang digunakan merupakaan bukti empiris dari data return bulanan pada indeks harga Standard & Poor’s 500. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter memiliki dampak yang lebih besar pada tingkat return saham di pasar bearish. Selain itu penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter kontraktif memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk beralih ke rezim pasar bearish.

Menurut Laopodis,(2013), hubungan dinamis antara kebijakan moneter dan pasar saham dengan …

 
Share

Analisis Data: Uji Validitas & Reliabilitas

Share

Uji Validitas

Dalam melakukan suatu penelitian, sering kita menanyakan apakah alat ukur yang kita pakai sudah valid & reliable? Validitas suatu alat ukur dapat diartikan bahwa alat ukur tersebut dapat memberikan suatu nilai yang sesungguhnya dari apa yang kita inginkan. Misalnya kita ingin mengukur tinggi badan, meteran/penggaris merupakan alat ukur yang valid karena akan memberikan error yang sedikit. Lain halnya jika kita mengukur tinggi badan menggunakan timbangan. Bagaimana bisa timbangan mengukur tinggi badan? berarti timbangan bukan alat ukur yang valid. Dengan kata lain, validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana instrumen pengukur mampu mengukur apa yang diukur. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

 
Share

Jasa Olah Data SPSS Murah di Jakarta

Share

Kami jasa olah data spss murah di jakartakonsultan jasa pengolahan data spss di Jakarta Depok Tangerang Bekasi. selain menerima jasa olah data spss, kami juga menerima jasa olah data eviews, jasa olah data stata, jasa olah data sem amos, jasa olah data sem lisrel, jasa olah data sem pls, jasa olah data expert choice,maupun jasa olah data minitabJasa olah data spss ini untuk olah data skripsi, tesis, disertasi, maupun penelitian lain yang membutuhkan jasa olah data spss, selain olah data spss, kami juga melayani olah data eviews, olah data stata, olah data amos, olah data lisrel, olah data pls / smartpls, olah data expert choice, olah data minitab, olah data R, dan lain-lain.

Di banyak kampus, sebagian mahasiswa membutuhkan jasa olah data spsskonsultan jasa pengolahan data spss, oleh karena itu sejak tahun 1998 kami sudah mulai melayani jasa olah data spsskonsultan jasa pengolahan data spss di Jogja dan Solo, Jateng. kemudian sejak tahun 2008 kami mulai melayani jasa olah data spsskonsultan jasa pengolahan data spss di Jakarta Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Itulah mengapa Anda tidak usah ragu untuk meminta kami membantu Anda dalam melakukan olah data spsskonsultan jasa pengolahan data spss di Jakarta Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). 

 
Share

Promosi : Pengertian Promosi, Tujuan Promosi, Media Promosi dan Bagaimana Memilih Metode Promosi

Share

Pembaca budiman, kali ini kami akan sajikan artikel tentang promosi yang meliputi  pengertian promosi, tujuan promosi, media promosi, serta bagaimana memilih metode promosi dengan tujuan pemilihan metode promosi tersebut. Oke, akan dibahas dahulu tentang pengertian promosi dan tujuan promosi,

Pengertian Promosi

Menurut Amstrong dalam Kotler (2013:46) “Promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variable periklanan, personal selling dan alat promosi lainya yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”. Menurut Stanson Swastha (2013:180)  “Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dilakukan oleh organisasi atau individu tertentu”. Selain itu juga diutarakan Athoilah dalam Sumarwan  (2012:109) bahwa “Promosi adalah kegiatan-kegiatan pemasaran yang mendorong efektifitas pembelian konsumen & pedagang dengan menggunakan alat seperti peragaan & demonstrasi”.

Tujuan Promosi

Tujuan promosi dapat dibagi kedalam beberapa tujuan, yaitu tujuan promosi bagi internal, promosi bagi perantara dan promosi bagi konsumen.

 
Share

Hubungan Granger Causality Antara Kebijakan Moneter dan Pasar Saham

Share

Kausalitas Granger / Granger Causality

Granger Causality terjadi ketika perubahan satu variabel pada data time series dapat diprediksi sebelum variabel lain. Ide awal granger causality berasal dari konsep waktu yang tidak mungkin berjalan mundur. Artinya kejadian di masa lampau dapat menyebabkan kejadian di masa sekarang, tetapi kejadian di masa depan tidak dapat menyebabkan kejadian saat ini (Gujarati, 2003). Kesimpulannya, Uji granger digunakan untuk melihat pengaruh masa lalu (lag) pada kondisi sekarang. Menurut Abdalla (2011), Uji Granger Causality dengan persamaan model Vector Autoregression (VAR).

Granger causality test yang dilakukan oleh Gu dan Gao (2013) menunjukan bahwa The Fed menaikan suku bunga setelah terjadi kenaikan pada pasar saham dan menurunkan suku bunga setelah terjadi penurunan pada pasar saham. Selain itu, Chen dan Gu (2011) juga membuktikan hubungan jangka pendek antara pengumuman dari The Fed terhadap pasar saham dimana penurunan pada pasar saham terjadi secara cepat setelah the fed merubah target fed fund rate-nya. Sedangkan Flood dan Marion (2006) berpendapat bahwa rezim moneter tidak memiliki efek sistematis terhadap kemampuan prediksi harga saham untuk pertumbuhan output.

Chen (2007) menyelidiki eksistensi asymmetric effect pada … 

 
Share

Peringkat Obligasi : Pengertian Peringkat Obligasi, Kategori Peringkat Obligasi dan Definisi Peringkat Obligasi

Share

Pengertian / definisi obligasi sudah dibahas di artikel sebelumnya DI SINI. Sebelum dibahas tentang Kategori Peringkat Obligasi dan Definisi Peringkat Obligasi, akan dibahas dulu tentang Pengertian Peringkat Obligasi,. Peringkat obligasi bermanfaat untuk mengetahui struktur obligasi dan mengetahui posisi kinerja perusahaan, peringkat obligasi dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat yang independen yang terdaftar dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Menurut Partiningsih & Asyik (2016) menjelaskan bahwa peringkat obligasi adalah skala yang menunjukan keamanan suatu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dalam membayar bunga dan pokok kewajiban secara tepat waktu. Peringkat obligasi (bond rating) adalah menurut Jogiyanto…

 
Share

Obligasi : Arti Obligasi Dan Jenis Obligasi

Share

Pembaca budiman, dalam artikel ini akan disajikan mengenai apa itu arti obligasi/ definisi obligasi, serta berbagai jenis obligasi. Jenis obligasi ini yaitu obligasi dilihat dari penerbit obligasi, jenis obligasi dari pendapatan yang diberikan, jenis obligasi dari bentuk pendapatan bunga yang diberikan, jenis obligasi dari jaminan yang menyertai, jenis obligasi dari tempat penerbitannya, jenis obligasi dari rating obligasi, serta jenis obligasi dari call feature.

Pengertian / Definisi Obligasi

Berikut akan disajikan pengertian/definisi obligasi. Obligasi merupakan salah satu instrument keuangan yang cukup menarik bagi kalangan investor di pasar modal ataupun bagi perusahaan untuk mendapatkan dana bagi kepentingan perusahaan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengartikan obligasi sebagai surat utang jangka mengengah sampai jangka panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

 
Share

Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty) : Pengertian/Definisi Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty), Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty)

Share

Pembaca budiman, kali ini mari kita bahas tentang loyalitas pelanggan (customer loyalty) : pengertian/definisi loyalitas pelanggan (customer loyalty), faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan (customer loyalty). apa sih pengertian loyalitas pelanggan (customer loyalty) itu?  bagaimana tahapan terjadinya loyalitas pelanggan? apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan (customer loyalty)?

Pengertian/Definisi Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty)

Loyalitas konsumen/ Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty) adalah kesetiaan konsumen yang dipresentasikan dalam pembelian yang konsisten terhadap produk atau jasa sepanjang waktu dan ada sikap yang baik untuk merekomendasikan orang lain untuk membeli produk.

Menurut Swastha, definisi loyalitas pelanggan adalah kesetiaan konsumen untuk terus menggunakan produk yang sama dari suatu perusahaan. Loyalitas menggambarkan perilaku yang diharapkan sehubungan dengan produk atau jasa. Loyalitas konsumen/ pelanggan akan tinggi apabila suatu produk dinilai mampu memberi kepuasan tertinggi sehingga pelanggan enggan untuk beralih ke merek lain. Adapun ciri-ciri konsumen yang loyal terhadap barang atau jasa menurut Griffin adalah sebagai berikut: (a) melakukan pembelian berulang secara teratur; (b) membeli antar lini produk atau jasa; (c) mereferensikan kepada orang lain; (d) menunjukkan kekebalan dari daya tarik produk sejenis dari pesaing.

Loyalitas secara harfiah diartikan kesetiaan, yaitu ….

 
Share