Category Archives: financial

Olahdata Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dengan Eviews

Share

Dalam artikel tentang ARDL (Autoregressive Distributed Lag) ini, akan dibahas seputar pengenalan ARDL (Autoregressive Distributed Lag) terlebih dahulu. Apa sih Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag)? Bagaimana keunggulan model ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dibandingkan model regresi lainnya? Lalu bagaimana cara olahdata Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dengan Eviews. Oke mari kita bahas tentang ARDL (Autoregressive Distributed Lag) dengan Eviews selanjutnya.

Apa sih Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) itu? Menurut beberapa ahli, model ARDL merupakan gabungan antara model AR (AutoRegressive) dan DL (Distributed Lag). Menurut Gujarati & Porter (2013) Model Regresi ARDL (Autoregressive Distributed Lag) yang merupakan gabungan antara model AR (AutoRegressive) dan DL (Distributed Lag), dimana Model AR (AutoRegressive) sendiri yaitu model yang menggunakan satu atau lebih data pada masa lampau dari varabel dependen diantara variabel penjelas. Model AR (AutoRegressive) baik digunakan untuk memprediksi satu waktu/ masa ke depan. Sedangkan model DL (Distributed Lag) menurut Gujarati & Porter (2013) merupakan model regresi yang melibatkan data pada waktu sekarang dan waktu masa lampau (lagged) dari variabel penjelas.

 
Share

Hubungan Granger Causality Antara Kebijakan Moneter dan Pasar Saham

Share

Apa sih Granger Causality (Kausalitas Granger) itu? Kapan / bagaimana Granger Causality (Kausalitas Granger) terjadi? Granger Causality (Kausalitas Granger) Granger Causality (Kausalitas Granger) terjadi ketika perubahan satu variabel pada data time series dapat diprediksi sebelum variabel lain. Ide awal granger causality berasal dari konsep waktu yang tidak mungkin berjalan mundur. Artinya kejadian di masa lampau dapat menyebabkan kejadian di masa sekarang, tetapi kejadian di masa depan tidak dapat menyebabkan kejadian saat ini (Gujarati, 2003). Kesimpulannya, Uji Cranger Causality digunakan untuk melihat pengaruh masa lalu (lag) pada kondisi sekarang. Menurut Abdalla (2011), Uji Granger Causality dengan persamaan model Vector Autoregression (VAR). Berikut ini beberapa hasil Uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Gu dan Gao, uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Chen dan Gu, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Flood dan Marion, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Chen, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Laopodis, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Mishkin, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Blinder, hasil uji Granger Causality / Granger Causality test menurut Blinder.

Uji Granger Causality / Granger causality test yang dilakukan oleh Gu dan Gao (2013) menunjukan bahwa The Fed menaikan suku bunga setelah terjadi kenaikan pada pasar saham dan menurunkan suku bunga setelah terjadi penurunan pada pasar saham. Selain itu, Chen dan Gu (2011) juga membuktikan hubungan jangka pendek antara pengumuman dari The Fed terhadap pasar saham dimana penurunan pada pasar saham terjadi secara cepat setelah the fed merubah target fed fund rate-nya.Sedangkan Flood dan Marion (2006) berpendapat bahwa rezim moneter tidak memiliki efek sistematis terhadap kemampuan prediksi harga saham untuk pertumbuhan output.

Chen (2007) menyelidiki eksistensi asymmetric effect pada tingkat pengembalian saham dalam kebijakan moneter menggunakan model Markov-switching. Data yang digunakan merupakaan bukti empiris dari data return bulanan pada indeks harga Standard & Poor’s 500. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter memiliki dampak yang lebih besar pada tingkat return saham di pasar bearish. Selain itu penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter kontraktif memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk beralih ke rezim pasar bearish.

Menurut Laopodis,(2013), hubungan dinamis antara kebijakan moneter dan pasar saham dengan …

 
Share

Promosi : Pengertian Promosi, Tujuan Promosi, Media Promosi dan Bagaimana Memilih Metode Promosi

Share

Pembaca budiman, kali ini kami akan sajikan artikel tentang promosi yang meliputi  pengertian promosi, tujuan promosi, media promosi, serta bagaimana memilih metode promosi dengan tujuan pemilihan metode promosi tersebut. Oke, akan dibahas dahulu tentang pengertian promosi dan tujuan promosi,

Pengertian Promosi

Menurut Amstrong dalam Kotler (2013:46) “Promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variable periklanan, personal selling dan alat promosi lainya yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”. Menurut Stanson Swastha (2013:180)  “Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dilakukan oleh organisasi atau individu tertentu”. Selain itu juga diutarakan Athoilah dalam Sumarwan  (2012:109) bahwa “Promosi adalah kegiatan-kegiatan pemasaran yang mendorong efektifitas pembelian konsumen & pedagang dengan menggunakan alat seperti peragaan & demonstrasi”.

Tujuan Promosi

Tujuan promosi dapat dibagi kedalam beberapa tujuan, yaitu tujuan promosi bagi internal, promosi bagi perantara dan promosi bagi konsumen.

 
Share

Hubungan Granger Causality Antara Kebijakan Moneter dan Pasar Saham

Share

Kausalitas Granger / Granger Causality

Granger Causality terjadi ketika perubahan satu variabel pada data time series dapat diprediksi sebelum variabel lain. Ide awal granger causality berasal dari konsep waktu yang tidak mungkin berjalan mundur. Artinya kejadian di masa lampau dapat menyebabkan kejadian di masa sekarang, tetapi kejadian di masa depan tidak dapat menyebabkan kejadian saat ini (Gujarati, 2003). Kesimpulannya, Uji granger digunakan untuk melihat pengaruh masa lalu (lag) pada kondisi sekarang. Menurut Abdalla (2011), Uji Granger Causality dengan persamaan model Vector Autoregression (VAR).

Granger causality test yang dilakukan oleh Gu dan Gao (2013) menunjukan bahwa The Fed menaikan suku bunga setelah terjadi kenaikan pada pasar saham dan menurunkan suku bunga setelah terjadi penurunan pada pasar saham. Selain itu, Chen dan Gu (2011) juga membuktikan hubungan jangka pendek antara pengumuman dari The Fed terhadap pasar saham dimana penurunan pada pasar saham terjadi secara cepat setelah the fed merubah target fed fund rate-nya. Sedangkan Flood dan Marion (2006) berpendapat bahwa rezim moneter tidak memiliki efek sistematis terhadap kemampuan prediksi harga saham untuk pertumbuhan output.

Chen (2007) menyelidiki eksistensi asymmetric effect pada … 

 
Share

Peringkat Obligasi : Pengertian Peringkat Obligasi, Kategori Peringkat Obligasi dan Definisi Peringkat Obligasi

Share

Pengertian / definisi obligasi sudah dibahas di artikel sebelumnya DI SINI. Sebelum dibahas tentang Kategori Peringkat Obligasi dan Definisi Peringkat Obligasi, akan dibahas dulu tentang Pengertian Peringkat Obligasi,. Peringkat obligasi bermanfaat untuk mengetahui struktur obligasi dan mengetahui posisi kinerja perusahaan, peringkat obligasi dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat yang independen yang terdaftar dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Menurut Partiningsih & Asyik (2016) menjelaskan bahwa peringkat obligasi adalah skala yang menunjukan keamanan suatu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dalam membayar bunga dan pokok kewajiban secara tepat waktu. Peringkat obligasi (bond rating) adalah menurut Jogiyanto…

 
Share

Obligasi : Arti Obligasi Dan Jenis Obligasi

Share

Pembaca budiman, dalam artikel ini akan disajikan mengenai apa itu arti obligasi/ definisi obligasi, serta berbagai jenis obligasi. Jenis obligasi ini yaitu obligasi dilihat dari penerbit obligasi, jenis obligasi dari pendapatan yang diberikan, jenis obligasi dari bentuk pendapatan bunga yang diberikan, jenis obligasi dari jaminan yang menyertai, jenis obl